Hari ini waktunya trial untuk lomba programming, saya kebagian menunggu siswa siswi, mempersiapkan lab komputer dan sedikit snack untuk siswa.
Ngomongin program komputer, saya lulusan fakultas teknik informatika sebuah universitas di Yogyakarta.
Selama kuliah, saya senang membuat program. Mata kuliah pemrograman dan algoritma saya lahap habis, ditambah belajar mandiri karena memang suka sama pelajaran itu.
Tapi, tadi.... hik hik hik.... saya malu... ndak bisa bantuin siswa untuk men-submit program! Padahal program yang sudah jadi itu bisa digunakan untuk memecahkan kasusnya.
Saya pun termenung, memang benar bahwa pemeriksaan program tersebut menggunakan program tertentu. Saya pun telah sedikit mempelajari tentang program tersebut. Namun, hingga sekarang saya masih belum mengerti bagaimana agar program dapat tersubmit dengan sukses.
Saya juga ingin tahu, mengapa program yang bisa dijalankan di komputer lokal itu bahwa dengan test case yang besar bisa tanpa menunggu lama, kok menjadi run time error ketika disubmit.
Apa yang salah ya...?
Wah, pikiran saya langsung kemana-mana. Memang betul, saya pernah mendengar cerita bahwa seseorang yang sering menjuarai kompetisi di Carribean Online Judge atau Timus Online Judge bisa direkrut oleh perusahaan besar seperti Google. Tapi, selama membimbing anak lomba, saya banyak bertanya pada teman-teman programmer saya, dan mereka merasa tidak mampu menyelesaikan kasus pada soal lomba.
Jadi seberapa besarkah kebermanfaatan pelajaran programming yang seperti itu? Apakah di Google juga banyak membutuhkan programmer yang mampu menyelesaikan program-program dengan kasus seperti pak dengklek, dan lain-lain?
Tidak hanya itu, saya sendiri belum tahu apakah kurikulum 13 bener-bener meniadakan pelajaran TIK? Jika iya, apakah ini hanya karena pemerintah tidak mampu mengadakan sarana prasarana atau pemerintah salah kaprah dalam menangkap pembelajaran TIK?
TIK menjadi BK TIK, seolah pembelajaran komputer hanya sebatas pencarian informasi belaka. Bukan pembelajaran komputer sebagaimana seseorang belajar tentang penggunaan komputer untuk penelitian atau semacamnya. Bukankah titik berat pembelajaran komputer itu ada di bidang programming?
Ah, ya... tadi saya baru menghadapi masalah lomba pemrograman tapi pikiran saya sampai kemana-mana. Ya... begitulah yang namanya pikiran... terasa liar jika tidak diarahkan dengan baik.
Oke... selamat belajar dan berjuang ya... bukankah MEA sudah didepan mata? Jika saya nanti jadi guru BK TIK, maka saya tetap akan memimbing anak-anak untuk menjadi pencipta program atau alat teknologi, bukan hanya pengguna aplikasi saja.


0 komentar:
Posting Komentar