A Teacher's Letter
Saya masih ingat, waktu itu cuaca cerah. Semua orang bergegas dengan urusannya masing-masing. Beberapa guru mondar mandir membawa baki, lainnya membawa barang-barang yang dibutuhkan. Seorang bu guru dengan lincah menghitung nasi kardus yang harus dibagikan di setiap meja. Saat itu berlalu dengan cepat. Saya tersenyum mengingatnya.