Selasa, 30 Desember 2014

Air Galon



Pengalaman ini merupakan pengalaman unik saya. Tadinya saat saya sedang berada pada situasi tersebut, saya sangat kesal dan marah, tapi sekarang saya sudah bisa tertawa lagi. Geli malah jika mengingat pengalaman seru yang terjadi sore ini.

Ini terjadi saat saya tiba-tiba menyadari bahwa air minum galon dirumah saya benar-benar sudah habis. Kemudian, saya dan suami pergi membeli air galon, tentu saja dengan cara menukarkan galonnya. Biasanya kami membeli di sebuah supermarket yang besar di kota kami. Namun karena tidak ingin repot dengan parkir, kami membelinya di toko-toko kecil dekat dengan rumah kami. Apa mau dikata, toko-toko tersebut tidak menjual air galon merk yang kami punya. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke supermarket besar tersebut.


Pada saat itu, anak-anak kami tinggal di rumah, karena kami berpikir proses membeli air galon pastilah sebentar saja.

Sebentar kemudian, kami sudah sampai di supermarket tersebut. Seperti biasa kami langsung menuju tempat CS untuk menukar galon kosong dengan struk senilai galon. Nah, petugas CS tersebut, tiba-tiba mengatakan "Maaf, air galon Aqua habis, adanya merk Aguaria"
Kami sempat tertegun, merk air galon kami Viro, kami pun berpikir jika supermarket tersebut hanya memiliki air galon Aguaria saat itu. Maka kami pun mencoba bertanya "Maaf mas, kami butuh air galon, kalau begitu apakah bisa galon Viro kami ini ditukar struk, kemudian kami beli air galon Aguaria?"

"Tunggu sebentar bu, akan saya tanyakan" jawab petugas CS tersebut. Ia pun langsung berkomunikasi dengan atasannya. "Maaf bu, tidak bisa, kalau aqua galon Viro ya harus ditukar dengan aqua galon Viro"

Kami pun bingung dibuatnya, namun suami saya bertanya dengan sabar "O.. kalau begitu ada stok air galon Viro?" Petugas CS itu langsung menjawab "Tidak tahu pak." Saya pun menukas "Tolong dicek sekalian mas, jika ada" Sebentar kemudian petugas CS itu pun menjawab "Aqua galon Viro ada bu"

"Haah??? Lha jadi sekarang dibuatkan struk nya saja mas, kan kami butuh struk untuk membeli air galon Viro" Saya mulai merasa tidak nyaman. Namun sekali lagi, "Maaf bu, saya hanya bisa membuat struk jika ibu menukar aqua galon dengan aqua galon, untuk aqua galon Viro mohon ibu tanyakan dulu pada petugas didalam"

"Lho...??? Apa saya salah dengar ya Pa?" tanya saya kepada suami saya. Lucunya meski kami tahu bahwa membeli air galon harus dengan struk, suami saya masih dengan sabar menanyakan kepada petugas CS tersebut "Iya mas, kan kami mau beli air galon Viro, kami butuh struk mohon dibuatkan."

 "Tidak bisa pak, maaf, untuk galon Viro bisa langsung ditukar di dalam atau bertanya pada petugas di dalam"

Kesal sekali saya dengan petugas tersebut, namun saya dan suami pun akhirnya ngeloyor masuk ke dalam supermarket sambil menenteng galon kosong. Sesampainya di tempat penjualan air galon, yang letaknya ada dibagian tengah paling belakang dari supermarket tersebut (red-- capek juga) kami pun mengatakan pada petugas di bagian air minum.
"Mbak kami mau beli air galon Viro, ini galon Viro kami yang sudah kosong" Saya mencoba mengatakan pada petugas. "Oh, Bunda, jika mau membeli air galon, galon kosong ditukar struk dulu ya.." jawabnya ramah.

Seperti menelan biji buah kedondong, saya pun langsung melotot dan ... memberikan galon kosong tersebut seraya berkata "Nih, mbak sendiri yang minta struk nya, saya sudah berbicara pada petugas CS didepan, dan petugas tersebut tidak mau memberikan struk kepada kami ! ..." Suami saya pun segera memotong kalimat saya buru-buru "Sudah Ma... sabar, begini mbak.... bla-bla-bla" suami saya menerangkan.

Petugas air minum itu pun tertegun heran, "Maaf bapak, maaf bunda, saya akan segera ke counter CS, mungkin petugas itu masih baru sehingga tidak mengerti prosedur, mohon ditunggu bapak dan bunda, saya akan meminta petugas untuk mengantar struk galon kemari"
Tak lama kemudian, petugas itu pun datang, "Terima kasih bapak, bunda, sebentar lagi petugas CS kami akan mengantar struk galon"

Kami pun ditinggal di area air minum.... tik.. tok.. tik.. tok.. 5 menit.. petugas tidak datang... Saya sungguh tidak sabar, maka saya bawa galon kosong itu ke counter CS tanpa mempedulikan suami saya yang mencoba menenangkan saya.

Di counter CS, saya melihat petugas tersebut dibantu dengan seorang petugas wanita kebingungan melayani konsumen, saya pun menunggu, karena memang harus antri. tik.. tok.. tik.. tok.. tidak kunjung selesai..
Saya pun meletakan galon kosong di meja dengan kesal "Duueeenngg...!!!"

Petugas counter tersebut melihat saya, kemudian mengambil galon itu dengan kalem berkata, "maaf ibu" dan meletakan galonnya dibawah meja counter, kemudian petugas itu sibuk lagi melayani konsumen.
Tiba-tiba, petugas counter itu menelepon atasanya, saya pun mendengar perkataan petugas tersebut "Iya pak, ini mau menukar aqua galon Viro... iya pak... iya... oo iya harus sama kan ya pak, kalau aqua galon Viro harus ditukar dengan aqua galon Viro ya"
Saya pun berteriak putus asa sambil menggeram "Mas, ..... saaayyyyaaaa cuumaannn buuutuuuhhh stttrrrruuukkkk gaaaallllooooonnnnnn.......!!!!!!!"

Petugas itu pun melirik saya kemudian menutup telepon, "Bu, saya akan segera kembali membawa barcode air galon, mohon tunggu sebentar, sementara ibu isi Claim Formulir ya bu"
Saya pun jadi bengong... "Lo... kan saya ndak mau klaim barang apapun to mas, saya cuman butuh struk"
"Baik bu, saya akan segera kembali, mohon isi formulirnya lebih dahulu"

Saya pun menggaruk-garuk kepala saya... antara bingung dan putus asa....

Sementara itu.... di tempat suami saya di penjualan air minum, petugas air minum yang tadinya meninggalkan kami, datang dan heran melihat suami saya masih disana, "Pak, bapak belum dapat struk nya?"
Suami saya pun dengan kalem menjawab, "Belum, tadi istri saya membawa galon ke counter CS, sampai sekarang belum kembali"
Suami saya pun menceritakan bahwa petugas air minum tersebut segera menelepon seseorang entah siapa dan meminta orang tersebut datang ke counter CS....

Kembali ke counter CS, sepeninggalan petugas CS, ada orang lain datang dan menanyakan apakah saya yang hendak membeli air galon Viro, saya pun membenarkan dan menceritakan ulang kejadian nya yang membuat saya benar-benar tidak habis pikir...
Sebentar kemudian petugas CS itu datang, melihat orang yang menegur saya, petugas CS tersebut nampak pucat dan gemetaran... Saya pun berpikir, wah... orang yang mendatangi saya ini pasti supervisor nya..

Sang supervisor ini pun langsung berkata "Kalau ada kasus seperti ini, kamu tinggal baca barcode galonnya dan buatkan struknya" Petugas itu pun terbata-bata "Iya Pak ini saya tadi mencari barcodenya"
"Lo... kamu mencari barcode galon dimana?" tanya supervisor tersebut yang melotot heran.
"Di tempat pembelian air minum"
"Haah... barcodenya ada di galon ini, ni disini" supervisor itu menunjukkan barcode yang tertera di galon
Petugas itu pun tambah grogi, tanpa melihat kearah supervisor dia menjawab "Iya Pak, ini saya sedang memasukkan barcode nya"
"Haah?? Lo... itu lo... pakai alatnya barcode reader, kamu scan galon ini"
"Iya pak, ini barcode air galonnya sedang saya masukkan"
"Lo... bukan air galon... tapi barcode galonnya"
"Iya pak, ini barcode galonnya sudah saya catat"
"Lo... ini lho... di-scan....!!" supervisor itu pun mulai marah

Sementara saya mulai kasihan pada petugas, karena saya melihat tangannya bergetar hebat untuk memasukkan nomor kode galon...
Seorang ibu yang berdiri di samping saya menepuk sang supervisor, "Sudahlah pak, kan dia baru ngetik..."
Kemudian munculah struk penukaran galon tersebut...
Petugas CS memberikannya pada saya, kemudian menarik struk itu kembali seraya berkata "Maaf bu saya catat dulu klaim nya..."
"Haaah??? Kkklaim apa mas??" Tanya saya sambil menggaruk kepala saya.
Antara jengkel, kasihan dan tidak percaya saya mengalami hal ini....

Akhirnya supervisor pun menghentikan petugas tersebut dan berkata "Berikan struknya pada ibu itu, nah begitu, tidak perlu formulir klaim, oke" Supervisor tersebut segera bergegas tersenyum pada saya dan berkata "Maaf ya ibu, petugas CS itu masih baru, maaf, nanti biar saya yang menegurnya, saya akan mengangkatkan galon air Viro untuk ibu"

Kemudian supervisor itu mengangkatkan galon ke dalam keranjang belanja kami. Kami pun tidak ingin memperpanjang masalah, jadi kami ucapkan terima kasih, tersenyum dan bergegas ke kasir...
Di kasir, kami antri untuk membayar... yak... tiba giliran kami... tiba-tiba petuga kasir memencet tombol dan lampu di kasir menyala berkelip-kelip.

Saya dan suami kembali berpandangan, saya pun bertanya "Kenapa mas?"
"Iya bu, mohon tunggu sebentar, saya tidak punya barcode untuk air minum galon merk Viro"
Saya pun segera menyandarkan kepala saya di galon tersebut. Sementara suami saya tertawa terbahak-bahak. Kami menunggu sekitar 2 menit, kemudian datang petugas dan ternyata petugas tersebut juga tidak memiliki kode air minum galon kami, sehingga harus mengambil di tempat penjualan air minum --- di bagian tengah paling belakang supermarket tersebut ---- kira-kira sekitar 3 menit kemudian petugas itu datang mengantar kode air minum kami....

Demikianlah kisah membeli air minum galon di sebuah supermarket yang lebih dari 1 jam... Semoga petugas CS tersebut tidak mendapat halangan apapun untuk peningkatan karirnya di supermarket tersebut...
;p

0 komentar:

Posting Komentar